Wednesday, September 30, 2009

Relax, God is not that cruel...

RancanganKu bukan rancangan kecelakaan tetapi rancangan damai sejahtera" (Yer 29:11)




Belum lama ini kira-kira 1 bulan yang lalu, perasaanku selalu kuatir. Apa sebabnya? Well....nggak jauh-jauh dari pekerjaan pastinya. Tanggal 11 September kontrak ku di tempat kerja yang sekarang selesai dan sementara itu sampai awal september masih belum ada berita dari atasan apakah kontrakku diperpanjang atau nggak. Setiap kali ku tanya ke supervisorku, beliau selalu bilang "sedang dipertimbangkan bapak." Tiap kali aku cerita ke orangtuaku mereka selalu bilang, "tenang aja, pasti diperpanjang kok." Aku juga maunya begitu...tapi masalahnya, for the 1st time aku nggak yakin akan posisiku di tempat kerja. Sebelum kerja di tempat ini aku selalu bisa melakukan pekerjaanku dengan baik, bahkan nggak jarang aku jadi salah satu favorit atasanku. Tapi di tempat ini......it seems like my magic is gone. Aku banyak banget melakukan kesalahan dan nggak peduli seberapa keras aku berusaha, entah kenapa aku selalu berakhir melakukan kesalahan yang sama. Bukan cuma sekali, dua kali, atau tiga kali, tapi berulang-ulang. Selain itu, aku nggak bisa sepenuhnya "in" sama teman-teman kantorku. Nggak sampai musuhan atau gimana sih...tapi juga nggak sepenuhnya membaur. Aku kuatir atasanku akan menganggap aku nggak kompeten dah akhirnya nggak mau memperpanjang kontrak. Kalau aku sudah punya pekerjaan cadangan mungkin nggak pa-pa, tapi aku belum punya cadangan apapun. Bayangan bahwa aku akan sekali lagi berstatus jobless benar-benar menakutkan. Bukan hanya statusnya, tapi juga fakta aku harus kehilangan sumber income juga sangat mengerikan bagiku. Selain itu, apabila mereka yang tidak mau meneruskan kontrak, sedikit banyak aku pasti akan merasa tertolak dan perasaan itu sangat tidak menyenangkan. Selama berhari-hari setiap kali di tempat kerja aku selalu dibayang-bayangi pertanyaan " Apakah bulan depan aku masih akan tetap mempunyai pekerjaan?"


Satu hal yang ditekankan di keluargaku, kalau kita ada masalah larilah ke Tuhan. So i did. i prayed. Awalnya aku protes sama Tuhan, kenapa Dia izinkan aku ada di posisi seperti ini. Kenapa aku bisa jadi orang yang seolah-olah ga bisa apa-apa, padahal biasanya aku selalu bisa melakukan kerjaanku dengan sangat baik. Aku juga bilang aku takut...aku takut kalau ternyata atasanku nggak mau memperpanjang kontrakku...aku takut menyandang status jobless....aku takut nggak punya penghasilan....Di tengah-tengah doaku aku diingatkan bahwa Tuhan sangat mencintaiku dan sebagai Bapaku, ia tidak akan mungkin mau sesuatu yang buruk terjadi padaku. Aku diminta untuk tenang dan percaya. Pikiranku bisa menerima, tapi hatiku belum. Aku masih kuatir.


Tapi suatu malam waktu aku sibuk mengganti pasir untuk hamster-hamster peliharaanku dan memberi makan mereka, aku diingatkan sesuatu. Kalau aku saja, manusia, bisa menyayangi peliharaanku sampai rela menyempatkan waktu untuk memberi makan dan mengganti pasir mereka walaupun badan sudah sangat lelah sepulang kantor, masa iya sih Tuhan tidak akan memeliharaku lebih dari aku memelihara hamster-hamsterku. Aku, yang dianggapNya anak, yang sangat dikasihi dan dilindungi seperti biji mataNya sendiri.

Setelah semua urusanku dengan hamster-hamsterku selesai, aku baru benar-benar sadar betapa aku selama ini meragukan kasih Tuhan untukku. Aku bilang bahwa aku anakNya, tapi pada saat ada persoalan aku nggak percaya Ia akan menjagaku layaknya seorang Bapa menjaga anak-anaknya. Ku rasa hal itu karena ada bagian dalam hatiku yang masih belum sepenuhnya mengeklaim bahwa aku adalah anak kesayanganNya. Lewat peristiwa ini aku diajarkan untuk percaya pada kasihNya. Dari awal masuk ke dunia pekerjaan aku selalu menekankan ke diriku bahwa di manapun aku bekerja nantinya, bosku sesubgguhnya adalah Tuhan. Di kantorku sekarang ini aku kembali diingatkan, tak peduli berapa banyakpun kesalahan yang ku buat, jika Big Boss menginginkan aku masih bekerja di perusahaanNya, maka aku akan tetap tinggal. Begitu juga sebaliknya, tak peduli betapa hebatnya aku dalam pekerjaanku, jika Big Boss ingin aku keluar, maka aku pasti akan keluar, entah bagaimana caranya. Beberapa hari setelah peristiwa "membersihkan kandang hamster", aku dapat kabar dari supervisorku bahwa kontrakku akan diperpanjang. Bersyukur karena masih memiliki pekerjaan? Pastinya. Tapi aku lebih bersyukur akan pelajaran yang ku dapat melalui hal ini.

Sekarang ini aku juga mulai melihat alasan kenapa Tuhan izinkan aku mengalami situasi yang nggak enak di tempat kerja seperti itu, kenapa aku dibuat seolah-olah benar-benar nggak berdaya. Ku rasa Tuhan mau aku sepenuhnya bergantung ke Dia. Kalau aku dibuat mampu melakukan pekerjaanku yang sekarang dengan sangat baik, maka pada saat perpanjangan kontrak, maka aku akan berkata " sudah seharusnya mereka memperpanjang kontrakku, karena aku memang hebat." Sementara, dengan situasi yang sekarang aku sepenuhnya menyadari bahwa aku memiliki pekerjaan yang sekarang, semua karena Dia. Lewat peristiwa ini aku benar-benar melihat, apapun yang Ia rencanakan pasti sesuatu yang baik karena Ia terlalu mengasihi kita untuk menyakiti kita.

Sekarang, berbekal peristiwa tadi, setiap pikiranku kuatir t dan mulai memikirkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi, aku akan bilang pada diriku....relax, God is not that cruel, apapun yang akan terjadi pasti berbuah sesuatu yang positif




3 comments:

jimmy said...

hi sera...
terdampar di blog kamu waktu searching gambar Big Boss :D
cerita kamu jadi berkat buat aku, buat aku semangat lagi. ingetin aku lagi untuk pandang Dia dengan anugrah, seperti di cerita kamu.
semoga cerita kamu bisa jadi berkat buat orang lain lagi
GBU

jimmy

Serafika said...

Thanks bgt buat commentnya. Seneng banget sharing ini bisa jadi berkat buat kamu

purple angel said...

kok gak diterusin?